Senin, 11 Februari 2013

URGENSI MANAJEMEN WAKTU


Orang Barat mengatakan waktu adalah uang, tapi Islam mengartikan lebih dari itu. Uang tidak lebih berharga daripada waktu, karena waktu adalah setiap detik yang dihabiskan untuk mengabdi kepada Allah oleh seorang hamba dalam setiap amalannya, baik amalan untuk dunia maupun amalan untuk akhiratnya. Maka setiap detik perjalanan manusia adalah pencarian ridho Allah dan pahala-Nya, dan kesia-siaan dalam penghabisan waktu oleh manusia hanya akan berdampak negatif bagi masa depannya.
                Urgensi manajemen waktu telah Allah singgung sendiri di dalam Al-Qur’an surat Al-‘Ashr yang artinya “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholih dan saling menasehati dalam kebaikan maupun kesabaran”. Menurut ayat tersebut maka manusia yang tidak memanfaatkan waktu secara efektif dalam tanda kutip “bermanfaat”, dia akan merugi karena merasa detik-detik yang ia habiskan baru saja tidak menghasilkan dampak positif atau tidak ada perubahan dalam dirinya. Bukti pentingnya waktu juga diungkapkan Allah dalam surat-surat lain dalam Al-Qur’an seperti  Al-Lail, Al-Fajr, Adh-Dhuha, dan sebagainya. Dalam sebuah hadits juga menyebutkan bahwa penggunaan waktu yang baik yaitu meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat bagi manusia.
                Menurut yang saya baca dari internet, Yusuf Qardhawi mengungkapkan mengapa begitu pentingnya umat Islam mempelajari manajemen waktu, adalah karena sebagai berikut:
·      Ajaran Islam begitu besar perhatiannya terhadap waktu, baik yang diamanatkan Al-qur’an maupun As-Sunnah,
·      Dalam sejarah orang-orang Muslim generasi pertama, terungkap, bahwa mereka sangat memperhatikan waktu dibandingkan generasi berikutnya, sehingga mereka mampu menghasilkan sejumlah ilmu yang bermanfaat dan sebuah peradaban yang mengakar kokoh dengan panji yang menjulang tinggi,
·      Kondisi real, kaum Muslimin, belakangan ini justru berbalikan dengan generasi pertama dahulu, yakni cenderung lebih senang membuang-membuang waktu, sehingga kita tidak mampu berbuat banyak dalam mensejahterkan dunia sebagaimana mestinya, dan tidak pula berbuat untuk akhirat sebagaimana harusnya, dan yang terjadi adalah sebaliknya, kita meracuni kehidupan dunia dan akhirat sehingga tidak memperoleh kebaikan dari keduanya.
Perlu diketahui juga bahwa seorang Muslim yang sadar akan pentingnya waktu akan mengerti bahwa hidup tidak hanya mempersiapkan untuk kesuksesan di dunia tapi juga kesuksesan akhirat, sehingga pemanage waktu yang baik akan memikirkan untuk menyeimbangkan antara hidup untuk dunia, seperti akademik, sosial politik, ekonomi maupun hidup untuk akhirat seperti amalan yaumiyahnya dan berdakwah. Sehingga antara kewajiban, kebutuhan, dan keinginan bisa diselaraskan untuk kesejahteraan hidup. Maka benang merah yang bisa diambil adalah kesuksesan dunia maupun akhirat akan ditentukan oleh dirinya sendiri sebagai pribadi tangguh dengan semangat untuk selalu mengupgrade diri, menyelaraskan pemikiran tentang kepentingan dunia dan akhirat demi tercapainya hidup yang berkualitas maupun tercapainya obsesi keukhrowiyahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar