Dalam
setiap lini kehidupan manusia, diperlukan syarat-syarat yang mumpuni dalam
standarisasi perjuangan untuk kehidupan yang lebih layak di dunia. Banyak orang
kurang memaksimalkan potensi yang mereka miliki, lebih sering tertutup, lebih menyendiri
dengan alasan itu bukan duniaku, itu bukan kebiasaanku, dan sebagainya. Padahal
bila seseorang lebih menenggelamkan potensinya, maka makin dalam pula ia
tenggelam dalam keterpurukan karena kurang terrmaksimalkan potensinya. Untuk
mengasah potensi ataupun sekedar memunculkan potensi terpendam itu, maka
seharusnya ia lebih menerjunkan diri ke dalam dunia sosial, sehingga ia lebih
sering menghadapi masalah-masalah yang dengan atau tanpa pengetahuan untuk
menyelesaikannnya.
Sebenanya,
standarisasi hidup itu menurut pribadi masing-masing. Tapi, demi kemuliaan
hidupnya, tiap orang seharusnya menanamkan standar umum pada diri mereka untuk
berkompitisi dalam kerasnya hidup ini.
1. Loyal
Loyal artinya patuh, setia,
kesetiaan kepada orang yang disayangi, orang terdekat, atau bahkan setia
bermusuhan dengannya?? :D Loyal di segala keadaan, susah maupun senang.
Parameternya bukan hanya bareng kemana-mana. Tapi ia percaya dan bisa
dipercaya, percaya sepenuhnya kepada
yang kita bela dan harus bisa dipercaya sehingga menimbulkan suatu keloyalan.
Kepura-puraan tidak bisa disandingkan dengan loyalitas karena loyalitas adalah
karakter yang mengandung ketulusan. Konsistensi dan stabilitas emosi juga salah
satu pendukung berat loyalitas sehingga apapun yang diberikan orang lain
kepadanya ia tetap loyal. Loyalitas juga bisa ditunjukkan dengan rasa kasihnya
kepada yang ia beri loyalitasnya. Namun, tidak cukup hanya dengan rasa kasih,
tapi harus berani pula berdedikasi. Yang terakhir adalah patriotik yaitu
membela habis-habisan yang ia beri loyalitas.
2. Profesional
Seorang yang profesional adalah
orang yang menyadari arah jalan yang ia tuju, alasan, serta cara ia menuju
sasarannya. Ia juga jujur mengakui kegagalannya, tapi juga mampu mengatasi rasa
putus asanya, dan mampu berdiri kembali ketika ia jatuh. Ia tahu caranya
memimpin tanpa bertindak sebagai diktator, dan ketika mengikuti (sebagai
bawahan) tidak sampai menghilangkan kewibawaannya.
3. Inisiatif
Inisiatif adalah dorongan untuk
mengidentifikasi masalah atau peluang dan mampu ambil tindakan nyata untuk
menyelesaikan masalah atau menangkap peluang. Dalam prosesnya, inisiatif
berbanding lurus dengan resiko. Ketika seseorang berinisiatif rendah maka
tingkat resiko yang didapatkan juga rendah, kecil resiko yang ia dapatkan
begitu juga sebaliknya. Sehingga semakin tinggi resiko yang ia dapat, semakin
dekat pula ia dengan kesuksesan karena inisiatif yang ia lakukan ia menjadi
terbiasa menghadapi resiko-resiko atau masalah-masalah dalam hidupnya.
4. Care
Peduli terhadap sesama diperlukan
dalam bersosialisasi antar individu, apalagi ingin menjaga kedekatan dengan
yang lain. Peduli pada sesama adalah responsif dan peka pada kondisi di sekitar
kita. Kepekaan itu selain ditunjukkan dengan perasaan mengasihi dan menyayangi
juga diperlihatkan dengan tindakan-tindakan positif seperti membantu dengan
ringan apabila orang di sekitar membutuhkan bantuan.
5. Teamwork
Sebuah tim akan menjadi kuat, hebat, dan
tak terkalahkan jika tim tersebut bekerja bersama-sama, saling melengkapi dalam
satu koordinasi oleh leader dan difollow up dengan baik oleh follower. Adanya
leader bukan berarti tujuan sepenuhnya jatuh pada sang leader, tugas sang
leader hanya mengkoordinasi anggotanya supaya pemikirannya tidak keluar tujuan.
Dalam sebuah tim, perlu adanya rasa saling melengkapi serta berkomitmen untuk
mencapai target yang sudah disepakati untuk mencapai tujuan bersama secara
efektif dan efisien.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar