Senin, 11 Februari 2013

LAPAS


Dalam setiap lini kehidupan manusia, diperlukan syarat-syarat yang mumpuni dalam standarisasi perjuangan untuk kehidupan yang lebih layak di dunia. Banyak orang kurang memaksimalkan potensi yang mereka miliki, lebih sering tertutup, lebih menyendiri dengan alasan itu bukan duniaku, itu bukan kebiasaanku, dan sebagainya. Padahal bila seseorang lebih menenggelamkan potensinya, maka makin dalam pula ia tenggelam dalam keterpurukan karena kurang terrmaksimalkan potensinya. Untuk mengasah potensi ataupun sekedar memunculkan potensi terpendam itu, maka seharusnya ia lebih menerjunkan diri ke dalam dunia sosial, sehingga ia lebih sering menghadapi masalah-masalah yang dengan atau tanpa pengetahuan untuk menyelesaikannnya.
Sebenanya, standarisasi hidup itu menurut pribadi masing-masing. Tapi, demi kemuliaan hidupnya, tiap orang seharusnya menanamkan standar umum pada diri mereka untuk berkompitisi dalam kerasnya hidup ini.
1.     Loyal
Loyal artinya patuh, setia, kesetiaan kepada orang yang disayangi, orang terdekat, atau bahkan setia bermusuhan dengannya?? :D Loyal di segala keadaan, susah maupun senang. Parameternya bukan hanya bareng kemana-mana. Tapi ia percaya dan bisa dipercaya,  percaya sepenuhnya kepada yang kita bela dan harus bisa dipercaya sehingga menimbulkan suatu keloyalan. Kepura-puraan tidak bisa disandingkan dengan loyalitas karena loyalitas adalah karakter yang mengandung ketulusan. Konsistensi dan stabilitas emosi juga salah satu pendukung berat loyalitas sehingga apapun yang diberikan orang lain kepadanya ia tetap loyal. Loyalitas juga bisa ditunjukkan dengan rasa kasihnya kepada yang ia beri loyalitasnya. Namun, tidak cukup hanya dengan rasa kasih, tapi harus berani pula berdedikasi. Yang terakhir adalah patriotik yaitu membela habis-habisan yang ia beri loyalitas.
2.     Profesional
Seorang yang profesional adalah orang yang menyadari arah jalan yang ia tuju, alasan, serta cara ia menuju sasarannya. Ia juga jujur mengakui kegagalannya, tapi juga mampu mengatasi rasa putus asanya, dan mampu berdiri kembali ketika ia jatuh. Ia tahu caranya memimpin tanpa bertindak sebagai diktator, dan ketika mengikuti (sebagai bawahan) tidak sampai menghilangkan kewibawaannya.
3.     Inisiatif
Inisiatif adalah dorongan untuk mengidentifikasi masalah atau peluang dan mampu ambil tindakan nyata untuk menyelesaikan masalah atau menangkap peluang. Dalam prosesnya, inisiatif berbanding lurus dengan resiko. Ketika seseorang berinisiatif rendah maka tingkat resiko yang didapatkan juga rendah, kecil resiko yang ia dapatkan begitu juga sebaliknya. Sehingga semakin tinggi resiko yang ia dapat, semakin dekat pula ia dengan kesuksesan karena inisiatif yang ia lakukan ia menjadi terbiasa menghadapi resiko-resiko atau masalah-masalah dalam hidupnya.
4.     Care
Peduli terhadap sesama diperlukan dalam bersosialisasi antar individu, apalagi ingin menjaga kedekatan dengan yang lain. Peduli pada sesama adalah responsif dan peka pada kondisi di sekitar kita. Kepekaan itu selain ditunjukkan dengan perasaan mengasihi dan menyayangi juga diperlihatkan dengan tindakan-tindakan positif seperti membantu dengan ringan apabila orang di sekitar membutuhkan bantuan.
5.     Teamwork  
Sebuah tim akan menjadi kuat, hebat, dan tak terkalahkan jika tim tersebut bekerja bersama-sama, saling melengkapi dalam satu koordinasi oleh leader dan difollow up dengan baik oleh follower. Adanya leader bukan berarti tujuan sepenuhnya jatuh pada sang leader, tugas sang leader hanya mengkoordinasi anggotanya supaya pemikirannya tidak keluar tujuan. Dalam sebuah tim, perlu adanya rasa saling melengkapi serta berkomitmen untuk mencapai target yang sudah disepakati untuk mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar