Minggu, 25 September 2011

Generator dan Transformer


Seperti yang sudah diterangkan sebelumnya, hasil penelitian  Oersted dan Faraday membawa perkembangan iptek ke penemuan  suatu Pembangkit Listrik. Generator digunakan untuk menghasilkan arus. Perangkat ini didasarkan pada pergerakan sebuah kumparan kawat dalam medan magnet, gerakan mekanis membuat fluks magnet melalui kumparan bervariasi, dan sesuai dengan hukum sebelumnya gerakan ini menghasilkan tegangan. Contoh terkecil adalah sebuah dinamo sepeda, yang terbesar adalah pembangkit listrik yang digunakan untuk memasok energi ke rumah kami, tetapi meskipun dimensi yang berbeda mereka semua generator bekerja pada prinsip yang sama: hukum Faraday-Neumann-Lenz.

Transformers adalah alat untuk mengubah nilai tegangan. Misalnya, saya tidak bisa terhubung Alat Musik organ  saya langsung ke stopkontak di dinding. Alat Musik organ saya bekerja dengan sumber 12 Volt  ​​langsung tegangan, sementara saluran listrik rumah tangga memasok 220 Volt tegangan bolak-balik. Untuk itu dibuat sambungan adaptor. Adapter ini berfungsi sebagai sebuah perangkat yang:
  1. mengubah tegangan dari 220 Volt sampai 12 Volt.
  2. membalikkan dari tegangan bolak-balik (AC) menjadi      tegangan stabil (DC).

Transformer ini dinamakan sebagai transformator step-down karena perubahan tegangan dari nilai yang lebih tinggi dari 220V ke nilai yang lebih rendah 12V.
Jenis transformer step-up juga ada, misalnya orang-orang yang melewati tegangan yang dihasilkan oleh pembangkit listrik dari beberapa volt 230,000 volt. Untuk memperoleh tegangan yang lebih besar, maka diperlukan suatu tranformator step up yang mengubah tegangan menjadi lebih tinggi seperti halnya yang diinginkan untuk transmisi jarak jauh dari tenaga listrik karena dengan cara ini kehilangan energi menjadi dapat diabaikan.
Dengan demikian pasokan listrik yang lebih besar ini dapat menjangkau ke area lebih luas lagi dan bias digunakan oleh orang banyak dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia. Rasanya kebutuhan listrik ini tidak bias pisahkan dengan aktivitas manusia selama ini. Terangnya malam, alunan music dari komputerjuga teknologi handphone mungkin tidak bias kita nikmati jika tidak ada sumbang pemikiran para ilmuwan Oersted, Faraday, Neumann dan Lenz.

Begitulah karya-karya beliau yang bisa kita jadikan contoh untuk selalu memberikan manfaat bagi orang lain
“Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang member manfaaat bagi orang lainnya ( Muhammad SAW)”

Membuat Magnet dari Listrik

Bagaimana ini bisa terjadi? Mungkin di kehidupan keseharian kita mengenal magnet dalam bentuk yang beraneka macam, seperti dalam mainan anak banyak sekali kita temukan. Mungkin kita pernah bertanya, dimanakah kita menemukan batuan magnet dalam bentuk yang besar?

Di masa lalu, para ilmuwan melakukan penelitian terpisah untuk listrik dan magnet. Mereka berpikir bahwa listrik dan magnet tidak akan terhubung bersama-sama dalam waktu yang lama. Sampai beberapa filsuf dan ilmuwan mulai berpikir tentang bahwa segala sesuatu di alam saling berhubungan satu dengan yang lain pada awal abad ke-19.
Berdasarkan pemikiran Oersted salah seorang ahli fisika dari Denmark melakukan beberapa percobaan untuk mengetahui hubungan antara listrik dan Magnetisme. Tapi semua eksperimen mengalami kegagalan.

Hingga suatu hari di tahun 1820 ( wuih..sudah jadul banget ya..). Dia menunjukkan percobaan di kelas, sengaja dia memposisikan kawat lurus di dekat jarum kompas yang dihubungkan dengan baterai, ternyata….jarum kompas mulai berubah. Ketika ia melihat reaksi ini, ia merasa begitu menarik dan terus menerus melakukan banyak percobaan dan akhirnya mengetahui hubungan dan dicatat dalam sejarah sebagai orang pertama yang mengetahui hubungan antara listrik dan magnet. Wah.. selamat ya pak Oersted!
 Magnetisme dari listrik solenoid
Penelitian Oersted membangkitkan menarik dari para ilmuwan lain, mereka membiarkan listrik melewati kawat yang dibengkokkan menjadi bentuk yang berbeda. Salah satu dari bentuk-bentuk ini menjadi sangat berguna nantinya, yaitu solenoid.
Penelitian menunjukkan bahwa bidang magnet dari solenoida adalah sama dengan magnet bar/batang. Kutub dapat diindikasikan sangat mudah dan jika arah listrik berubah, kedua kutub akan mengubah posisi mereka.
Gunakan tangan kanan anda untuk memegang solenoid, biarkan arah yang empat jari titik sama dengan arah listrik, arah yang ibu jari Anda menunjukan kutub Utara. Jika Anda memasukan magnet batang ke solenoid, medan magnet akan menjadi jauh lebih kuat, sehingga orang selalu menggunakan sistem ini sebagai sebuah elektromagnet.( by Ans Arkadie)

UNTUKMU SAUDARAKU...

Saudaraku yang disayang Allah..
Seberat apapun beban hidup kita hari ini
Sekuat apapun godaan yang harus kita hadapi
Sekokoh apapun cobaan yang harus kita jalani
Sebesar apapun kegagalan yang kita rasakan
Sejenuh apapun hari-hari yang kita lalui
Jangan pernah berhenti berdoa kepada Rabbi
Jangan pernah berhenti berharap pada pertolongan Ilahi
Karena harapan adalah masa depan
Karena harapan adalah sumber kekuatan
Karena doa adalah pintu kebaikan
Dan,,
Karena doa adalah harapan dan senjata orang beriman