Senin, 11 Februari 2013

EXPERT (Excellent in Attitude, Perfect in Academic, Full of Talent)


Menjadi mahasiswa atau pribadi tangguh, prestatif, talented, dan disukai banyak orang adalah idaman bagi setiap individu. Semuanya bisa didapatkan ketika seseorang mau dan ingin berubah untuk menjadi idaman banyak orang. Namun, tidak harus seseorang berubah 180 derajat untuk menjadi yang demikian itu. Karena semuanya akan sama saja jika diri seseorang berubah total tapi takabburnya muncul ataupun sifat jelek lainnya. Yang ingin saya tekankan di sini adalah merubah apa yang menjadi kekurangan kita. Segala kekurangan pada dasarnya mutlak dimiliki seseorang beserta kelebihannya, namun tidaklah mustahil jika seseorang ingin merubah paradigma dan kelakuannya untuk menjadi pribadi yang lebih disiplin untuk hidup yang lebih baik.
Excellent in attitude, perfect in academic, and full of talent. Tiga aspek yang menjadi sorotan mata yang pribadinya ingin memiliki keseluruhan tiga hal tersebut.
Excellent in attitude. Tentu berbeda, pandangan dan perasaan orang yang melihat dan merasakan seseoarang yang kelakuan, akhlak, tindak tanduk, bahasa, dan sifat antara pribadi yang sholih, beriman, dan bertaqwa, dengan orang yang dengan pribadi dalam kesehariannya menjadi gunjingan orang banyak karena akhlak yang dimilikinya tidak menunjukkan real muslim. Ketika ditanya mengapa dia begitu, maka jawabannya adalah kurangnya pendidikan moral dan agama yang ia dapatkan ataupun pergaulan yang salah. Sehingga meskipun pondasi agama ia dapatkan mulai dari kecil, tapi ketika dia terjerumus kepada pergaulan yang salah, maka sia-sia yang ia dapatkan. Maka yang diperlukan seseorang untuk menjaga iman dan akhlaknya adalah tetap berlindung kepada Sang Maha Raja manusia, karena hanyalah Dia yang membolak-balikkan  hati seseorang, dan tentunya tetap istiqomah dalam segala keadaan.
Perfect in academic. Mendapat IPK cumlaude, menjadi mahasiswa berprestasi, aktif mengikuti olimpiade-olimpiade yang digelar, dan sebagainya menjadi idaman mahasiswa tidak hanya dari ITS, tapi mahasiswa-mahasiswa dari universitas lain. Tidak susah kok mendapatkan semua itu. Hanya perlu belajar (usaha), berdoa, dan tawakkal. Tidak ada tawaran lain mengenai rumus tersebut. Seberapa keras pun seseorang berusaha jika tidak diiringi dengan munajat dan pendekatan diri kita kepada Sang Pemurah, maka kapanpun Allah mau, dengan kun fayakunnya, tidak akan mustahil jika Allah yang mentakdirkannya. Dan, ketika apapun yang seorang dapatkan dari hasil yang ia usahakan, baik yang ia terima maupun tidak, hanya butuh tawakkal dan sabar. Karena itu adalah ujian Allah yang diberikan kepada hamba-Nya, supaya dia muhasabah diri dan lebih mendekatkan diri kepada-Nya.
Full of talent. Cakap berbicara di depan umum, perangkai kata-kata indah, PKM selalu lolos, dan semacamnya menjadi idaman juga bagi tiap individu. Bagaimana tidak, sanjungan dan ketenaran akan didapatkan. Tapi sejatinya bukan hal itu tujuannya, karena sanjungan dan ketenaran hanyalah sebuah kesemuan.  Yang terpenting adalah bagaimana proses  seseorang untuk menjadi apa yang ia inginkan. Proses merupakan suatu jalan, titian, ataupun jembatan yang dilalui seseorang dengan caranya masing-masing sesuai kepribadian yang ia miliki dengan segala kelebihan dan keterbatasannya, mengambil pelajaran dari kegagalan orang lain, meramu semua yang ia dapatkan hingga ia menemukan hasil dari titian panjang yang ia lalui. Ketika seseorang telah mendapatkan talentanya, pergunakan untuk kebaikan agama dan kesejahteraan orang lain. Karena hal itulah yang menjadi tujuan dari semua yang diusahakan.
Namun semuanya akan menjadi hambar ketika seseorang hanya memilki hanya satu atau dua dari ketiga aspek tersebut. Karena akan tidak seimbang ketika muslim prestatif tapi kelakuannya meresahkan orang lain. Maka untuk kesempurnaan muslim yang ingin memiliki pribadi idaman, ketiga aspek tersebut seyogyanya ditanamkan dan dipupuk sedemikian rupa untuk menjadi muslim idaman ummat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar