Senin, 11 Februari 2013

SEJARAH NEYMAN-PEARSON DAN SUMBANGSIHNYA DALAM BIDANG STATISTIK


Dalam dunia statistik, dikenal dua ilmuwan yang memperkenalkan signifikansi statistik, yaitu Jerzy Neyman dan Egon Pearson.  Jerzy Neyman dilahirkan dalam sebuah keluarga Katolik Polandia di Bendery, Bessarabia di Imperial Rusia pada 16 April 1894 dan meninggal pada 5 Agustus 1981 di Oakland, California. Dilahirkan dari pasangan Czelaw Splawa-Neyman dan Kazimiera Lutoslawska. Dia mulai studinya di Univesitas Kharkov pada tahun 1912 sewaktu umur 18 tahun. Kesukaannya pada ukuran dan integrasi muncul setelah ia membaca “Lessons on the Integration and the Research of the Primitive Functions” oleh Henri Lebesgue. Tahun 1921 ia kembali ke Polandia dalam program pengembalian tawanan perang setelah Perang antara Polandia-Soviet. Disertasinya yang berjudul “On The Applications of the Theory Of Probability to Agricultural Experiments” menjadikannya memperoleh gelar doctor Filsafat Di Universitas Warsawa pada tahun 1924. Neyman menghabiskan beberapa tahun di London dan Paris pada sebuah persekutuan untuk belajar statistik dengan Karl Pearson dan Émile Borel. Sekembalinya ke Polandia, dia mendirikan Biometric Laboratory Institute Nencki of Experimental Biologi di Warsawa. Papernya yang berjudul "On the Two Different Aspects of the Representative Method: The Method of Stratified Sampling and the Method of Purposive Selection" diberikan di Royal Statistical Society pada 19 Juni 1934. Dia memperkenalkan interval keyakinan dalam makalahnya pada tahun 1937. Kontribusi lain yaitu lemma Neyman-Pearson. Ia bekerja dan menghabiskan sisa hidupnya di Berkeley setelah pindah pada tahun 1938. Tiga puluh sembilan mahasiswa menerima gelar Ph.D mereka di bawah advisorshipnya. Tahun 1966 ia dianugerahi Guy Medal dari Royal Statistical Society Medal of Science (Amerika).
Tokoh kedua yaitu Pearson, nama lengkapnya Egon Sharpe Pearson. Lahir di Hampstead, 11 Agustus 1895 dari pasangan Karl Pearson dan Maria Sharpe, ayahnya adalah seorang ahli statistik Inggris terkemuka. Ia adalah anak tengah dari 3 bersaudara, Sigrid Loetitia 3 tahun lebih tua dan Helga Sharpe 3 tahun lebih muda dari Egon. Pertama ia bersekolah di Dragon School Oxford tahun 1907 sampai 1909, lalu melanjutkan di Winchester College lulus tahun 1914 dan bulan Juni 1914 dia diterima di Trinity College, Cambridge. Tahun 1914, Perang Dunia I dimulai ketika dia belum diterima sebagai mahasiswa di Cambridge, maka dia masuk layanan militer. Tapi, ternyata dia menderita murmur jantung sehingga tidak jadi masuk militer. Oleh sebab itu di bekerja untuk Pelayaran dan Departemen Pengiriman. Pearson dianugerahi gelar BA pada tahun 1920. Dia kemudian memulai penelitian bidang astronomi di Cambridge dan baru terlibat dalam statistik sejak kuliah teori kesalahan. Tahun 1921 Pearson bergabung dengan ayahnya di Departemen Terapan Statistik University College London. Walaupun ayahnya berusaha menjauhkan Pearson untuk kuliah, namun Pearson tetap menghadiri kuliah ayahnya dan mulai menghasilkan aliran publikasi penelitian berkualitas tinggi pada statistik. Tahun 1924 ia menjadi editor asisten Biometrika.
Neyman dan Pearson sepakat untuk melakukan proyek penelitian pada bulan Juni 1926, tepat sebelum Neyman meninggalkan Paris. Penelitian mereka berlanjut melalui surat menyurat. Pernah sekali tahun 1927 Pearson mengunjungi Neyman di Paris dan kemudian memetakan penelitian pertama mereka. Tahun 1934 Neyman datang untuk bekerja di Pearson Departemen, tahun itu juga Pearson menikah dengan Eileen Joly dan dikaruniai 2 puteri. Penelitian sempat tersendat dikarenakan komitmen keluarga, tugas administrasi lebih lanjut dan memikul peran Managing Editor dari Biometrika karena kematian ayahya pada 1936. 
Neyman-Pearson memberikan sumbangsihnya di bidang statistik dalam uji signifikansi statistik. Menurut mereka, penentuan signifikansi statistik menggunakan nilai alpha untuk menunjukkan perilaku yang terpilih di antara hipotesis null (H0) dan hipotesis alternatif (HA). Neyman-Pearson menggunakan uji hipotesis untuk mencari titik signifikansi antara 2 hipotesis.
Mereka berdua telah berusaha sungguh-sungguh untuk melakukan penelitian walaupun kadang mereka tidak bertatap muka ketika melakukan penelitian itu, keadaan mereka juga tidak selalu aman. Cobaan dan ujian sering menghadang mereka, tapi hasil penelitian mereka akhirnya muncul dan hadir di tengah-tengah ilmu pengetahuan dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar