Dalam dunia statistik,
dikenal dua ilmuwan yang memperkenalkan signifikansi statistik, yaitu Jerzy
Neyman dan Egon Pearson. Jerzy Neyman
dilahirkan dalam sebuah keluarga Katolik Polandia di Bendery, Bessarabia di
Imperial Rusia pada 16 April 1894 dan meninggal pada 5 Agustus 1981 di Oakland,
California. Dilahirkan dari pasangan Czelaw Splawa-Neyman dan Kazimiera
Lutoslawska. Dia mulai studinya di Univesitas Kharkov pada tahun 1912 sewaktu
umur 18 tahun. Kesukaannya pada ukuran dan integrasi muncul setelah ia membaca
“Lessons on the Integration and the Research of the Primitive Functions” oleh
Henri Lebesgue. Tahun 1921 ia kembali ke Polandia dalam program pengembalian
tawanan perang setelah Perang antara Polandia-Soviet. Disertasinya yang
berjudul “On The Applications of the Theory Of Probability to Agricultural
Experiments” menjadikannya memperoleh gelar doctor Filsafat Di Universitas
Warsawa pada tahun 1924. Neyman menghabiskan beberapa tahun di London dan Paris
pada sebuah persekutuan untuk belajar statistik dengan Karl Pearson dan Émile Borel. Sekembalinya ke
Polandia, dia mendirikan Biometric Laboratory Institute
Nencki of Experimental Biologi di Warsawa.
Papernya yang berjudul "On the Two Different Aspects of the Representative
Method: The Method of Stratified Sampling and the Method of Purposive
Selection" diberikan di Royal Statistical Society pada 19 Juni 1934. Dia
memperkenalkan interval keyakinan dalam makalahnya pada tahun 1937. Kontribusi
lain yaitu lemma Neyman-Pearson. Ia bekerja dan menghabiskan sisa hidupnya di
Berkeley setelah pindah pada tahun 1938. Tiga puluh sembilan mahasiswa menerima
gelar Ph.D mereka di bawah advisorshipnya. Tahun 1966 ia dianugerahi Guy Medal
dari Royal Statistical Society Medal of Science (Amerika).
Tokoh kedua
yaitu Pearson, nama lengkapnya Egon Sharpe Pearson. Lahir di Hampstead, 11
Agustus 1895 dari pasangan Karl Pearson dan Maria Sharpe, ayahnya adalah
seorang ahli statistik Inggris terkemuka. Ia adalah anak tengah dari 3
bersaudara, Sigrid Loetitia 3 tahun lebih tua dan Helga Sharpe 3 tahun lebih
muda dari Egon. Pertama ia bersekolah di Dragon School Oxford tahun 1907 sampai
1909, lalu melanjutkan di Winchester College lulus tahun 1914 dan bulan Juni
1914 dia diterima di Trinity College, Cambridge. Tahun 1914, Perang Dunia I
dimulai ketika dia belum diterima sebagai mahasiswa di Cambridge, maka dia
masuk layanan militer. Tapi, ternyata dia menderita murmur jantung sehingga
tidak jadi masuk militer. Oleh sebab itu di bekerja untuk Pelayaran dan
Departemen Pengiriman. Pearson dianugerahi gelar BA pada tahun 1920. Dia
kemudian memulai penelitian bidang astronomi di Cambridge dan baru terlibat
dalam statistik sejak kuliah teori kesalahan. Tahun 1921 Pearson bergabung
dengan ayahnya di Departemen Terapan Statistik University College London.
Walaupun ayahnya berusaha menjauhkan Pearson untuk kuliah, namun Pearson tetap
menghadiri kuliah ayahnya dan mulai menghasilkan aliran publikasi penelitian
berkualitas tinggi pada statistik. Tahun 1924 ia menjadi editor asisten
Biometrika.
Neyman dan
Pearson sepakat untuk melakukan proyek penelitian pada bulan Juni 1926, tepat
sebelum Neyman meninggalkan Paris. Penelitian mereka berlanjut melalui surat
menyurat. Pernah sekali tahun 1927 Pearson mengunjungi Neyman di Paris dan
kemudian memetakan penelitian pertama mereka. Tahun 1934 Neyman datang untuk
bekerja di Pearson Departemen, tahun itu juga Pearson menikah dengan Eileen
Joly dan dikaruniai 2 puteri. Penelitian sempat tersendat dikarenakan komitmen
keluarga, tugas administrasi lebih lanjut dan memikul peran Managing Editor
dari Biometrika karena kematian ayahya pada 1936.
Neyman-Pearson
memberikan sumbangsihnya di bidang statistik dalam uji signifikansi statistik.
Menurut mereka, penentuan signifikansi statistik menggunakan nilai alpha untuk
menunjukkan perilaku yang terpilih di antara hipotesis null (H0) dan
hipotesis alternatif (HA). Neyman-Pearson menggunakan uji hipotesis
untuk mencari titik signifikansi antara 2 hipotesis.
Mereka berdua
telah berusaha sungguh-sungguh untuk melakukan penelitian walaupun kadang
mereka tidak bertatap muka ketika melakukan penelitian itu, keadaan mereka juga
tidak selalu aman. Cobaan dan ujian sering menghadang mereka, tapi hasil
penelitian mereka akhirnya muncul dan hadir di tengah-tengah ilmu pengetahuan
dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar