Taare Zameen
Par menceritakan seorang anak yang bernama Ishaan Nandkishore Awasthi yang
belum bisa baca tulis di usianya yang ke 8-9 tahun. Cara berpakaiannya tidak
rapi dan selalu kotor. Di kelasnya, dia selalu mendapat peringkat terbawah.
Berbeda dengan kakaknya yang selalu mendapat peringkat tertinggi di kelasnya. Keluarga
Ishaan sering mendapat kritik, baik dari keluarga maupun pihak sekolah karena
ulahnya.
Keluarga
Ishaan sangat berpegang teguh dengan prinsip yang mereka canangkan dari awal, disiplin, tertib, dan terorganisir. Karena mereka yakin tiga
poin itu adalah syarat menuju kesuksesan.
Di kelas, ketika Ishaan diminta
gurunya untuk membuka hal. 38, bab 4, paragraph 3, dia seperti kebingungan
dengan perintah gurunya. Dan untuk kedua kalinya ketika diminta untuk membaca,
dia berkata bahwa hurufnya nenarinari. Aoa yang terjadi pada Ishaan? Idiotkah
ia?
Tapi, diantara sekian banyaknya
kekurangan-kekurangan Ishaan, Tuhan masih memberinya kelebihan. Yaitu
imajinasinya yang tinggi dalam bidang menggambar yang tidak dimiliki oleh anak-anak lain.
Sampai pada akhirnya orangtua Ishaan
mengetahui bahwa nilai Ishaan jelek, sehingga membuat papanya memutuskan untuk
menyekolahkan Ishaan di sekolah berasrama dengan harapan Ishaan bisa lebih
disiplin dan rapi serta nilai
dan prestasinya bagus. Namun, begitulah Ishaan. Dia masih saja begitu, terus
menangis dan merenungi nasibnya, menjadi bahan tertawaan teman-temannya, dan
mendapat hukuman dari guru-gurunya.
Suatu hari, datanglah seoarang guru
seni ke sekolah itu, yang bernama Ram Shankar Nikumbh. Dia mengajar anak-anak
idiot di sebuah sekolah bernama Sekolah
Tulip. Pak Nikumbh juga sangat memberi perhatian lebih kepada nasib anak-anak
kecil. Sampai Pak Nikumbh mengetahui masalah dan keadaan Ishaan saat itu. Dan,
Pak Nikumbh pun mendatangi rumah keluarga Ishaan untuk klarifikasi lebih dalam
lagi mengenai keadaan Ishaan. Hingga akhirnya, diketahuilah penyakit dyslexia
yang diderita Ishaan, yaitu suatu
penyakit disebabkan tidak bisa mengenali huruf sehingga tidak bisa baca tulis
dan kurangnya kemampuan motorik.
Maka, Pak Nikumbh pun mempunyai ide
untuk merubah dan memajukan Ishaan karena sudah banyak guru yang mancaci maki
Ishaan. Pak Nikumbh meminta kepada kepala sekolah untuk memberi kesempatan pada
Ishaan, dan dia akan berusaha mengajari Ishaan baca tulis, 2-3 jam per minggu
dia luangkan waktunya untuk mengajari Ishaan dan akhinya oun berhasil.
Suatu hari, Pak Nikumbh mengadakan
lomba melukis untuk setiap orang, dari kecil sampai dewasa. Pagi hari menjelang lomba dimulai Ishaan bangun
pagi sekali sebelum semua teman-temannya bangun, dia sudah rapi dengan
pakaiannya, rambut, dan tali sepatunya juga. Kemudian dia keluar.
Pak Nikumbh khawatir, karena Ishaan
belum datang ketika lomba sudah dimulai. Tapi kemudian Ishaan muncul. Tak lama
kemudian, Ishaan datang dan dia memulai
melukis. Pak Nikumbh juga pun mulai melkis. Dan, ketika diumumkan pemenangnya
antara Pak Nikumbh dan Ishaan, dan akhirnya pemenangnya yaitu Ishaan.
Taare Zameen Par. Every child is
special. Dan itu terbukti pada Ishaan dengan keterbatasannya, tapi dengan
semangatnya untuk belajar dan memperbaiki diri, ia pun berhasil menjadi yang
terbaik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar